Menurutnya Teddy tengah mengalami masalah kesehatan gigi sehingga harus dilakukan pemeriksaan oleh rumah sakit.

“Kondisi kesehatan sangat terganggung, sekarang masalah gigi. Giginya abis dicabut kemarin dia dateng ke Propam untuk ke dokter gigi,” ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 18 Oktober 2022.

Alhasil lanjut Henry, Teddy harus dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Oleh karena itu pihaknya melakukan koordinasi dengan penyidik karena belum bisa diperiksa.

“Kalau kemarin diperiksa kecil kemungkinan. Karena hubungan gigi dan kepala yang berdenyut,” ujarnya.

Sebelumnya polisi telah menetapkan Teddy Minahasa sebagai tersangka kasus peredaran gelap narkoba berdasarkan hasil gelar perkara pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Teddy diduga menggelapkan narkoba seberat 5 kg. Kasus terungkap setelah petugas mengungkap peredaran narkoba di Jakarta.

Kemudian diketahui kasus itu berkaitan dengan anggora kepolisian. Setelah didalami ada dugaan keterlibatam Teddy hingga berujung penangkapan.

Atas perbuatannya Teddy dijerat dengan Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara.***