Tuesday, December 6, 2022
spot_img
HomeINDONESIA TERKINIPray for Cianjur, Ratusan Orang Meninggal Akibat Gempa Magnitudo 5,6

Pray for Cianjur, Ratusan Orang Meninggal Akibat Gempa Magnitudo 5,6

Tanpa berpikir panjang, Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolongo langsung bergegas menuruni anak tangga dari lantai 15 menuju keluar Gedung KPK di Kuningan,Jakarta Selatan. Rasa lelahnya tak dihiraukan. Ia keluar gedung setelah merasakan getaran gempa magnitudo 5,6 yang berpusat di wilayah Cianjur.

“Lantai 15. 15 tangga lumayan. Terasa banget dibanding sebelumnnya, (gempa) ini terasa banget,” ujar Nawawi di halaman depan Gedung KPK, Senin (21/11/2022).

Nawawi pun mengimbau kepada seluruh pegawai KPK untuk sementara waktu tidak masuk ke area gedung. “Sebaiknya untuk sementara kita mencegah, kita paling tidak menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, mungkin ada susulan atau sebaiknya untuk mencari tempat yang aman,” kata Nawawi.

Nawawi menyebut pihaknya masih akan menunggu informasi tidak adanya gempa susulan sebelum meminta pegawai kembali naik ke dalam gedung.

“Sampai kondisinya memastikan bahwa tidak ada (gempa) susulan,” kata Nawawi.

Getaran gempa bumi ini juga terasa kuat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Saat gempa terjadi, tidak ada kepanikan atau peserta yang berlarian, namun justru muncul dialog yang menggelitik antara Wakil Ketua Komisi V DPR Robert Rouw dengan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

“Peningkatan SDM dan perlengkapan Basarnas… Gempa… Ini BMKG bikin gempa ini,” kata Robert saat memimpin rapat.

Merasakan getaran gempa, Kepala BMKG Dwikorita menyarankan agar saat ada gempa sebaiknya bersembunyi di bawah meja. “Mohon maaf kalau ada gempa, bersembunyi di bawa meja,” sarannya.

Robert lantas menyebut Dwikorita yang bersembunyi di bawah meja. Namun momen sembunyi di bawah meja ini tak tersorot kamera.

“Ini lihat ini, harus ikut Kepala BMKG. Iya Kepala Basarnas belum ikut, BMKG sudah langsung masuk meja,” ucap Robert.

Dwikorita lantas menyarankan bila ada gempa lagi, sebaiknya bersembunyi di bawah meja atau keluar melalui pintu. “Mohon izin bapak, seandainya (gempa) lagi, mohon untuk masuk di bawah meja. Kalau sudah tenang sebaiknya kita keluar melalui pintu, dibagi yang di sebelah sana,” usul Dwikorita.

Namun Robert menyanggah bahwa pintu di ruangan ini hanya ada satu pintu saja. “Enggak ada pintu lain lagi ibu, satu pintu saja,” kata Robert kemudian disambut gelak tawa hadirin.

Mendengar perkataan Robert, Dwikorita mengatakan bahwa sebaiknya pintu ruangan ada dua. “Sebaiknya dua (pintu), jadi mungkin kita anu aja dulu, kita jalan dulu aja, kalau ada lagi sembunyi,” katanya.

Selanjutnya, Robert menyatakan rapat diskors selama 30 menit karena terjadi gempa. “Harusnya, kalau gempa begini kita keluar dulu ya. Tunggu 30 menit baru kita masuk lagi, jadi kita skors dulu lah,” kata Robert.

BMKG dalam akun twitternya mengunggah informasi gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Gempa tersebut terjadi pada pukul 13.21:10 WIB.

Sementara, lokasi gempa terletak pada koordinat titik 6,84 Lintang Selatan (LS) dan 107,05 Bujur Timur (BT). Atau lebih tepatnya di 10 kilometer barat daya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Gempa berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut, dan tidak berpotensi tsunami.

kunjungi juga: BOLA16

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memastikan, pihaknya terus melakukan monitoring data pasca gempa bermagnitudo 5,6 yang menghantam Cianjur. Menurut dia, hasil analisis sementara, gempa diduga akibat adanya patahan.

“Sementara data kami mengarah dimungkinkan diduga di Patahan Cimandiri atau bisa juga di Padalarang,” kata Dwi saat jumpa pers, seperti dikutip Senin (21/11/2022).

Gempa bumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V – VI MMI ( Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar ). Garut dan Sukabumi IV – V MMI ( Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun ). Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Rancaekek, Tangerang Selatan, Jakarta dan Depok dengan skala intensitas II – III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

Dwikorita menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan jika patahan yang terjadi terhadap gempa di Cianjur berpengaruh terhadap patahan lain. Namun, menurut dia hal itu perlu pendalaman para ahli lebih lanjut.

“Apakah ada pengaruhnya ke patahan lain harus ada pendalaman lebih lanjut,” singkat dia.

Sebagai tindakan lanjutan, Dwikorita dan deputi BMKG mengaku akan segera meninjau langsung ke lokasi terdampak gempa Cianjur. Hal itu dirasa perlu, tujuannya untuk melakukan verifikasi langsung selain update berkala secara otomatis.

“Kita terus analisis, kita terus koordinasi banyak pihak, kami mengirim ke lapangan Insya Allah saya dan pak deputi, tim kita sebar, ada tim yang melakukan pengukuran langsung melalui survei, lalu ada tim healing untuk menenangkan masyarakat, lalu juga ada tim yang berkomando dengan BNPB,” Dwikorita menutup.

 

162 Meninggal, 326Orang Luka Luka


Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Hingga pukul 20.00 WIB, sebanyak 162 orang meninggal akibat bencana ini.

“Tercatat di call center BPBD Cianjur, mohon izin menyampaikan berita buruk ada 162 orang meninggal dunia,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai meninjau korban gempa di Cianjur, Senin (21/11/2022).

“Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak karena kejadiannya saat anak-anak belajar di sekolah madrasah dan pesantren,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Ridwan, korban luka-luka tercatat ada 326 orang dan pengungsi 13.784 orang.

“Mayoritas korban luka patah tulang dan luka memar akibat tertimpa material bangunan,” ujarnya.

Kerusakan rumah bangunan atau sebanyak 2.345 unit. Adapun kerusakan pada bangunan pendidikan yakni pondok pesantren Al Muhammadiyah, SMK Medika, MAN 2 Cianjur, SMP 1 Cianjur, SMANDA, SD Ibu Pertiwi.

Gempa juga menghancurkan tiga masjid dan delapan perkantoran seperti kantor PUPR, BPBD, Lapas Cianjur, Kantor Kejaksaan, Polres Cianjur, Dinsos dan Koni.

Tak hanya itu, jalan nasional yang menghubungkan Cianjur dengan Bogor tertimbun longsor dan lalu lintas terputus. Longsor terjadi beberapa saat setelah wilayah itu diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,6.

“Ada tiga titik longsoran di Cugenang. Ada lima mobil yang terperangkap. Tapi laporan belum masuk apakah sudah terevakuasi atau belum,” jelas Ridwan.

Sedangkan Bupati Cianjur Herman Suherman menyebutkan kondisi listrik di pusat kota Cianjur saat ini padam usai gempa magnitudo 5,6. Dia pun mengeluhkan hal tersebut lantaran harus ada yang menjalani operasi patah tulang.

“Mati, listrik mati, masalahnya harus ada operasi patah tulang, listriknya pada mati,” ujar saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/11/2022).

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut daerah terdampak yang parah akibat gempa Cianjur terletak di Kecamatan Cilaku, Desa Rancagoong, Kecamatan Cianjur Desa Limbangansari, dan Kecamatan Cugenang.

BNPB akan menyiapkan dana awal untuk menangani gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat senilai Rp 1,5 miliar. Dia menyebut, sebesar Rp 500 juta akan disiapkan untuk logistik sementara Rp 1 miliar akan diserahkan kepada Bupati Cianjur.

“Logistik Rp 500 juta dan dana siap pakai yang bisa dipakai bupati sebesar Rp 1 miliar untuk bisa segera mengaktifkan posko,” ujar dia dalam jumpa pers virtual, Senin (21/11/2022).

Terkait logistik, dia menyebut kemungkinan akan melalui jalur udara lantaran ada akses jalan yang terputus. Namun akan dia usahakan melalui jalur darat agar bisa langsung dikonsumsi masyarakat.

“Ada jalan terputus, nah ini soal logistik juga, tapi kami pastikan sore ini dapur umum sudah berdiri,” kata dia.

Suharyanto juga memastikan rumah yang rusak akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat akan dibangun kembali. Dia memastikan rumah yang akan dibangun yakni tahan gempa.

“Rumah-rumah akan kita bangun, rumah tahan gempa agar jika terjadi gempa nanti dampaknya akan kecil,” ujar dia.

Imbauan Gubernur Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil meminta warga Kabupaten Cianjur tetap waspada terhadap kondisi setelah terjadinya gempa bumi M 5,6 di daerah itu pada Senin, pukul 13.31 WIB.

“Saya sangat prihatin atas peristiwa gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kabupaten Cianjur. Mohon tetap waspada, siaga satu karena memang musim bencana selalu di akhir tahun,” kata Gubernur Ridwan Kamil di Bandung, Senin.

Pihaknya meminta kepada warga Kabupaten Cianjur untuk tetap waspada, terkait dengan adanya potensi gempa susulan.

“Kita harus terus waspada karena gempa ini biasanya saling susul menyusul karena sebelum hari ini, dua hari lalu terjadi juga di Tasikmalaya, di laut, saya juga ikut merasakan,” kata Ridwan Kamil.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengimbau Pemerintah Kabupaten Cianjur segera menetapkan status darurat bencana untuk mendukung kemudahan akses dalam penanganan bencana.

“Pemerintah daerah diharapkan segera menetapkan status darurat bencana untuk kemudahan akses dalam penanganannya,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Letjen TNI (Purn) Sudirman dihubungi di Jakarta, Senin.

Kemenko PMK, kata dia, juga mengatakan bahwa seluruh instansi terkait diharapkan segera melakukan pertolongan dan evakuasi kepada masyarakat terdampak serta melakukan kajian cepat untuk mengetahui dampak bencana.

Sementara itu, Kemenko PMK juga mengajak masyarakat untuk turut membantu evakuasi dan memberi pertolongan kepada keluarga, tetangga dan kerabat yang menjadi korban sampai dengan adanya petugas yang berwenang.

“Selain itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan terpancing isu-isu yang beredar,” demikian Sudirman.

 

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website liputan6.com. Situs https://www.voiceofmalaysian.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.voiceofmalaysian.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

%d bloggers like this: