Tuesday, December 6, 2022
spot_img
HomeHIBURANIM57+ Institute Pertanyaan Sikap Istimewa Ketua KPK ke Gubernur Lukas Enembe

IM57+ Institute Pertanyaan Sikap Istimewa Ketua KPK ke Gubernur Lukas Enembe

Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha mempertanyakan sikap yang diperlihatkan Ketua KPK Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di Pemprov Papua.

Menurut dka, alasan Firli mendatangi Lukas Enembe di Papua tak bisa dibenarkan. Apalagi, menemui Lukas di kediamannya merupakan strategi penyidikan.

“Kalau KPK bicara ini adalah strategi penyidikan, harusnya keramah-tamahan itu dilakukan oleh penyidik (misal dalam rangka persuasif agar saksi atau tersangka mengakui perbuatan tindak pidana yang dia lakukan). Bukan oleh Pimpinan KPK. Atas dasar apa Ketua KPK mengistimewakan Lukas Enembe?,” ujar Praswad dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).

Menurut Praswad, semestinya Firli Bahuri bersikap sama terhadap para tersangka lainnya yang kerap mangkir alias tak memenuhi panggilan penyidik. Sikap yang harus dilakukan KPK yakni menjemput paksa setiap tersangka yang kerap mangkir.

“Mengapa tidak dikeluarkan surat perintah membawa terhadap Lukas Enembe? Tindakan ini adalah pelanggaran prinsip dan kode etik yang ada di KPK, yaitu memperlakukan setiap warga negara Indonesia secara sama di hadapan hukum,” kata mantan pegawai KPK itu.

Tak hanya itu, menurut Praswad, kedatangan Firli Bahuri ini bisa disebut sebagai intervensi terhadap penyidik kasus ini. Praswad menyebut para penyidik akan sungkan lantaran pimpinan mereka mengistimewakan tersangka kasus ini.

“Para penyidik KPK yang saat ini bertugas akan menjadi sungkan, bahkan mungkin malah menjadi segan dan takut, karena melihat pimpinan KPK bercengkrama dan beramah-tamah dengan tersangka,” kata dia.

                                               2 dari 3 halaman 

Menyambangi Lukas Enembe

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mendampingi pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. Pemeriksaan berjalan hampir dua jam di kediaman Lukas Enembe di Papua.

“Tadi setelah proses kurang lebih 1,5 jam di kediaman Bapak Lukas Enembe, kita telah memberikan pelayanan kesehatan terhadap Bapak Lukas Enembe dengan menghadirkan 4 dokter dari kita,” ujar Firli dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).

Firli menyebut, selain diperiksa oleh tim dokter terkait kondisi kesehatannya, Lukas Enembe juga sempat dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK. Hanya saja Firli tak merinci materi pemeriksaan tersebut.

“Tadi beliau sudah memberikan keterangan kepada KPK terkait dengan beberapa hal yang dibutuhkan oleh penyidik KPK,” kata Firli.

Firli menyebut, kedatangannya ke Papua dalam rangka menjunjung tinggi azas pokok pelaksanaan tugas KPK. Selain itu juga demi menjamin kepastian hukum dan keadilan serta terlaksananya hak asasi manusia.

                                            3 dari 3 halaman 

Berjalan Lancar
Menurut Firli, proses pemeriksaan terhadap Lukas berjalan lancar.

“Proses tadi cukup lancar, tidak ada hambatan apa pun, kerjasama, dan beliau sungguh kooperatif, rakyat Papua juga sangat menghormati atas proses hukum yang berjalan,” kata Firli.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website liputan6.com. Situs https://www.voiceofmalaysian.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.voiceofmalaysian.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

%d bloggers like this: